2

"Kursi di Sudut Mata"

Posted by Jari Keriting on Rabu, Oktober 05, 2011 in
 
Lapuk dalam pandang
debu t'lah bertandang
lama tak bertuan jadilah usang
senja hanya berlalulalang

beku kata ketika bermuka
masih sama seingat kubisa
semua menyeruak begitu saja
basahi sudut mata

aku kembali untukmu kasih
rinduku mengayun langkah kaki
pada kursi di taman mimpi
tapi kau ingkar janji.

Cikarang, 04102011
Adiba Ad-Dawiyah

0

...J E D A ...

Posted by Jari Keriting on Minggu, September 25, 2011 in
Bertukar kata denganmu
aku bagai membuka
lembar-lembar aksara yang tak habis terbaca

kaumengajak bukan dengan ucap
tetapi dengan sikap
sebuah tamparan bagi jiwa
yang terikat hubuddunya padanya

Muhasabahmu bagai cermin di hadapku
melahirkan malu di wajah berdebu
debu-debu keAKUanku

orientasimu bagai sentilan di kepala
memaksa otak kembali bekerja
menyentuh hakikat semula

Kau tahu...??? ingin sekali kumerayu
pada jarak dan waktu
berharap mereka melembut padaku



Cikarang, 27052011
Adiba Ad-dawiyah

0

Jangan Pernah Diakhiri

Posted by Jari Keriting on Minggu, September 25, 2011 in
aku tergugu
semua kataku beku
lidahku kelu

di hadap barisan kata
bagai sembilu menikam rasa
aku mati rasa

aku bergeming
terjerembab dipeluk hening
dengan air muka mengering

dihempas gelombang makna
dari bait-bait sederhana
berdaya luar biasa

Ya Robb,
aku............




Cikarang, 14072011
Adiba Ad-Dawiyah

0

Merajut Asa

Posted by Jari Keriting on Kamis, September 22, 2011 in
benangku hampir habis, gulungannya menipis
helai asaku belum juga usai
aku bergeming


jejak waktu meninggalkan debu
ketika memaling di ujung ekor mata
sesak tak beriba kuhirup seketika


do’a,
kusambung benangku dengannya
ikhtiar,
di punggungnya tersemat janji pasti


semburat senyum tersemat
menjawab sapa mentari pagi
“ini belum usai” bisikku
bukankah esok masih misteri?
genggam saja hari ini
dan kemarin, usahlah diratapi






Cikarang, 24072011
Adiba Ad-dawiyah

0

Luka di Jalinan Maya

Posted by Jari Keriting on Kamis, September 22, 2011 in


maya bagai panggung pertunjukan
semua lakon berseliweran
semua rasa bersinggungan
jika luka maya adalah imbas
masih adakah suka menghias?

hati berbisik sejurus mengusik
peraduan kalbu dalam beku
linang tak lagi dalam arti
bukan tak sanggup maknai
namun kebas rindu telah menghempas
rasa dalam maya bak mengembara

kata aneh tersemat begitu saja
pada tubuh cinta yang tak biasa
logika dikejar, dipinta papar
namun benteng itu tak tertembus
semakin kokoh ditimbun rasa
jadi, tak lagi berguna segala tanya
biar misteri tetap menari menebar ilusi
 

Cikarang, 10092011 

0

Sua di Bayang Luka

Posted by Jari Keriting on Selasa, September 20, 2011 in



ketika bermuka lalu bersama
memilih berayun langkah
pada satu jejak
itu adalah kini dan esok
kemarin tak perlulah kau tengok

ketika bermuka namun tak senada
bijakkah rasai luka
kendati ia abadi dipeluk masa
bukankah kata maaf lebih mulia

sungguh perkara hati bagai misteri







Cikarang, 20092011
Adiba Ad-dawiyah

0

Edit Gambar (1)

Posted by Jari Keriting on Sabtu, September 17, 2011 in





0

Larut dalam Kelam

Posted by Jari Keriting on Sabtu, September 17, 2011 in


sepi
bukan pudar di tengah pendar
waktu terus berputar
menguap semua kelakar

sunyi
bukan tersembunyi bunyi
nyanyian kelana bumi tak terdengar lagi
hanya rindui gempita hati

hampa
jeda semakin nyata
jarak tak terjamah
aku dikulum masa

malam
di temani temaram
langit nan buram
adakah rindu masih bersemayam?


Cikarang, 16092011 [ 23:15 ]

0

Pengumuman Juara Lomba Cipta Puisi : Kegilaan Anak Negeri...!!!

Posted by Jari Keriting on Rabu, Agustus 24, 2011 in
Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, Tuhan pemilik hak cipta dari semua kalam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah ke haribaan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Amin.

Bicara kemerdekaan, maka asumsi yang tercipta adalah lepas dari penjajahan atau kekangan. Setiap individu manusia memang pada hakikatnya adalah kebebasan. Begitu pula dengan LCP KAN ini, yang mana dimaksudkan untuk mewujudkan suatu kegilaan yang beretika. Pencapaian aktualisasi diri dan kualitas sikap dengan mengeluarkan pemikiran dari zona nyaman (out of box).

Masih pula dengan gebyar dan kesukacitaan kita dalam nuansa HUT RI yang ke-66, semoga tujuan awal diadakannya LCP KAN ini memberikan sedikitnya suasana yang berbeda terhadap kepenulisan puisi. Ketidaksewajaran yang bermutu, berkualitas dan berkuantitas....!!!

Atas berkat rahmat-Nya, maka dengan ini kami selaku panitia Lomba Cipta Puisi: Kegilaan Anak Negeri...!!! mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, yang telah berpartisipasi memeriahkan semarak kedamaian untuk negeri kita tercinta. Tak terlepas dari itu semua, kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan untuk mengumumkan siapa saja juaranya. Semoga rekan-rekan tidak semakin gila karena lama menunggu. Ada kalanya menunggu memang suatu hal yang tidak menyenangkan, akan tetapi kesabaran sungguh amat mengesankan.

Dari 107 naskah yang masuk ke e-mail kami, tanpa terkecuali satu naskah pun kesemuanya adalah bentuk atmosfer nilai juang WNI yang mencintai INDONESIA. Untuk 33 naskah yang lolos seleksi ternyata harus diseleksi kembali dan tanpa penyuntingan telah melewati penilaian beberapa aspek-aspek terkait yang di antaranya adalah ;
  1. Gaya puisi gila yang beretika,
  2. Pemenuhan syarat dan ketentuan lomba,
  3. Sistematika penulisan EYD,
  4. Pemilihan judul,
  5. Kesesuaian tema,
  6. Keindahan puisi,
  7. Kekuatan metafora,
  8. Kekuatan dalam pemilihan diksi,
  9. Kekuatan substansi atau esensi,
10.  Kekuatan makna, pesan, amanat dan moral.

Penilaian sendiri bersifat objektif tanpa adanya unsur “kedekatan emosional” antara panitia dan peserta. Segala bentuk diskriminasi dan intervensi sangat kami hindari untuk mewujudkan sportivitas dalam penilaian. KEPADA SELURUH PESERTA TANPA TERKECUALI, KALIAN ADALAH PEMENANG...!!! Karena seseorang dapat dikatakan sebagai pemenang sejati dengan kesediaannya ikut serta dalam setiap kompetisi dan gemar untuk berbagi dengan sesama. Ingatlah, ini hanya soal waktu karena kesempatan setiap manusia itu sama.

Alhamdulillah... Pada kesempatan kali ini, tiga dewan juri yang berkompeten dalam bidang puisi dan jurnalistik sastra telah menentukan siapa saja juaranya. Tanpa menunggu lama kembali maka kami akan segera menyampaikannya.

Inilah para JUARA LCP KAN ;
  1. 1.      Juara I
Penulis            : Askar Marlindo STP
Judul Puisi     : Indonesiaku Kini
Skor                : 85%

  1. 2.      Juara II
Penulis            : Ummu Fatimah Ria Lestari
Judul Puisi     : Menjadi Gila atau Tetap Waras Adalah Pilihan
Skor                : 82%

  1. 3.      Juara III
Penulis            : Aa Kaslan
Judul Puisi     : Potret Indonesia dari Angkasa
Skor                : 77%

  1. 4.      Juara Favorit
Penulis            : Ade Apriati
Judul Puisi     : Ini Negeri Kita Bung!
Skor                : 70%

Kepada para juara kami ucapkan selamat dan tetap hasilkan karya-karya terbaik rekan-rekan di lain kesempatan di lomba lainnya. Sebagai rasa suka cita kami atas apresiasi rekan-rekan, untuk reward book dan sertifikat Piagam Penghargaan Online (PPO) akan segera kami proses dan kirimkan, silakan inbox alamat tinggal dan alamat e-mail rekan-rekan ke Facebook:
http://www.facebook.com/tbranggaefarasti

Kepada yang belum menjadi juara, tidak usah berkecil hati. Karya rekan-rekan sungguh luar biasa, kami dan kita pantas mengangkat topi dan acungan dua jempol manis. Sebagai rasa suka cita kami atas apresiasi rekan-rekan, untuk sertifikat Piagam Penghargaan Online (PPO) akan segera kami proses.
Inilah kompetisi; rekan-rekan adalah insan pembelajar yang luar biasa...!!!

Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh panitia LCP KAN dan Dewan Juri yang telah meluangkan waktu, pemikiran dan tenaganya.
Kepada Tamta ;
  1. 1.      Izza Ezizah
  2. 2.      Adiba Ad-Dawiyah
  3. 3.      Yieni F. Ma’ruf
  4. 4.      Bella Vlinder
  5. 5.      Philos Sophia
  6. 6.      Dhesfi Kedavra
  7. 7.      Si Gadis Merah Saga

Kepada Dewan Juri, yang juga mengemukakah bahwa ;
  1. 1.      Bapak Drs. Ef Al Ausath
(Saya harapkan semua kata-kata yang tersusun indah dan beresensi pada semua naskah puisi yang telah dikirimkan menjadi stimulus kebangkitan untuk bangsa dan Negara ini. Saya bangga masih banyak yang peduli akan kesemrawutan bangsa ini.)

  1. 2.      Bapak Prof. DR. Nurhabibi Rahman, M.Pd.
(Jujur saja, teman-teman adalah penulis yang gila karena telah membuat saya hampir pingsan. Saya tidak tahu lagi harus berkata apa-apa. Semuanya bagus, menggigit, menghentak bumi dan membuat saya tidak bisa tidur nyenyak untuk beberapa hari. Dan tidak bisa makan dari subuh sampai petang selama 18 hari ini – karena Alhamdulillah, saya masih puasa.)

  1. 3.      Ibu Nurlita Sri Kenangawati
(Berderai air mata membaca semua puisi kalian. Bait-bait yang laksana doa untuk Negeri Indonesia kita tercinta. Sukses dan semangat...!!!)

Sebagai rasa suka cita saya atas kinerja kerja dan apresiasi rekan-rekan yang luar biasa kepada Tamasya Musafir Kata, untuk sertifikat Piagam Penghargaan Online (PPO) akan segera saya proses. Mohon maaf apabila kinerja kerja saya kurang berkenan di hati, semoga tali silaturahmi kita senantiasa terjaga dengan baik. Semoga damai bersama. Amin.

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA,
BERKIBARLAH TERUS SANG MERAH PUTIH, INDONESIA KITA TERCINTA...!!!
Salam kegilaan dan tengat berkarya...!!!
Bumi Indonesia, 19 Agustus 2011
Dewan Direksi & Tamta
Tamasya Musafir Kata

***


Copyright © 2009 Jari Keriting All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.