0

Luka di Jalinan Maya

Posted by Jari Keriting on Kamis, September 22, 2011 in


maya bagai panggung pertunjukan
semua lakon berseliweran
semua rasa bersinggungan
jika luka maya adalah imbas
masih adakah suka menghias?

hati berbisik sejurus mengusik
peraduan kalbu dalam beku
linang tak lagi dalam arti
bukan tak sanggup maknai
namun kebas rindu telah menghempas
rasa dalam maya bak mengembara

kata aneh tersemat begitu saja
pada tubuh cinta yang tak biasa
logika dikejar, dipinta papar
namun benteng itu tak tertembus
semakin kokoh ditimbun rasa
jadi, tak lagi berguna segala tanya
biar misteri tetap menari menebar ilusi
 

Cikarang, 10092011 

0

Sua di Bayang Luka

Posted by Jari Keriting on Selasa, September 20, 2011 in



ketika bermuka lalu bersama
memilih berayun langkah
pada satu jejak
itu adalah kini dan esok
kemarin tak perlulah kau tengok

ketika bermuka namun tak senada
bijakkah rasai luka
kendati ia abadi dipeluk masa
bukankah kata maaf lebih mulia

sungguh perkara hati bagai misteri







Cikarang, 20092011
Adiba Ad-dawiyah

0

Edit Gambar (1)

Posted by Jari Keriting on Sabtu, September 17, 2011 in





0

Larut dalam Kelam

Posted by Jari Keriting on Sabtu, September 17, 2011 in


sepi
bukan pudar di tengah pendar
waktu terus berputar
menguap semua kelakar

sunyi
bukan tersembunyi bunyi
nyanyian kelana bumi tak terdengar lagi
hanya rindui gempita hati

hampa
jeda semakin nyata
jarak tak terjamah
aku dikulum masa

malam
di temani temaram
langit nan buram
adakah rindu masih bersemayam?


Cikarang, 16092011 [ 23:15 ]

0

Pengumuman Juara Lomba Cipta Puisi : Kegilaan Anak Negeri...!!!

Posted by Jari Keriting on Rabu, Agustus 24, 2011 in
Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, Tuhan pemilik hak cipta dari semua kalam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah ke haribaan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Amin.

Bicara kemerdekaan, maka asumsi yang tercipta adalah lepas dari penjajahan atau kekangan. Setiap individu manusia memang pada hakikatnya adalah kebebasan. Begitu pula dengan LCP KAN ini, yang mana dimaksudkan untuk mewujudkan suatu kegilaan yang beretika. Pencapaian aktualisasi diri dan kualitas sikap dengan mengeluarkan pemikiran dari zona nyaman (out of box).

Masih pula dengan gebyar dan kesukacitaan kita dalam nuansa HUT RI yang ke-66, semoga tujuan awal diadakannya LCP KAN ini memberikan sedikitnya suasana yang berbeda terhadap kepenulisan puisi. Ketidaksewajaran yang bermutu, berkualitas dan berkuantitas....!!!

Atas berkat rahmat-Nya, maka dengan ini kami selaku panitia Lomba Cipta Puisi: Kegilaan Anak Negeri...!!! mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, yang telah berpartisipasi memeriahkan semarak kedamaian untuk negeri kita tercinta. Tak terlepas dari itu semua, kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan untuk mengumumkan siapa saja juaranya. Semoga rekan-rekan tidak semakin gila karena lama menunggu. Ada kalanya menunggu memang suatu hal yang tidak menyenangkan, akan tetapi kesabaran sungguh amat mengesankan.

Dari 107 naskah yang masuk ke e-mail kami, tanpa terkecuali satu naskah pun kesemuanya adalah bentuk atmosfer nilai juang WNI yang mencintai INDONESIA. Untuk 33 naskah yang lolos seleksi ternyata harus diseleksi kembali dan tanpa penyuntingan telah melewati penilaian beberapa aspek-aspek terkait yang di antaranya adalah ;
  1. Gaya puisi gila yang beretika,
  2. Pemenuhan syarat dan ketentuan lomba,
  3. Sistematika penulisan EYD,
  4. Pemilihan judul,
  5. Kesesuaian tema,
  6. Keindahan puisi,
  7. Kekuatan metafora,
  8. Kekuatan dalam pemilihan diksi,
  9. Kekuatan substansi atau esensi,
10.  Kekuatan makna, pesan, amanat dan moral.

Penilaian sendiri bersifat objektif tanpa adanya unsur “kedekatan emosional” antara panitia dan peserta. Segala bentuk diskriminasi dan intervensi sangat kami hindari untuk mewujudkan sportivitas dalam penilaian. KEPADA SELURUH PESERTA TANPA TERKECUALI, KALIAN ADALAH PEMENANG...!!! Karena seseorang dapat dikatakan sebagai pemenang sejati dengan kesediaannya ikut serta dalam setiap kompetisi dan gemar untuk berbagi dengan sesama. Ingatlah, ini hanya soal waktu karena kesempatan setiap manusia itu sama.

Alhamdulillah... Pada kesempatan kali ini, tiga dewan juri yang berkompeten dalam bidang puisi dan jurnalistik sastra telah menentukan siapa saja juaranya. Tanpa menunggu lama kembali maka kami akan segera menyampaikannya.

Inilah para JUARA LCP KAN ;
  1. 1.      Juara I
Penulis            : Askar Marlindo STP
Judul Puisi     : Indonesiaku Kini
Skor                : 85%

  1. 2.      Juara II
Penulis            : Ummu Fatimah Ria Lestari
Judul Puisi     : Menjadi Gila atau Tetap Waras Adalah Pilihan
Skor                : 82%

  1. 3.      Juara III
Penulis            : Aa Kaslan
Judul Puisi     : Potret Indonesia dari Angkasa
Skor                : 77%

  1. 4.      Juara Favorit
Penulis            : Ade Apriati
Judul Puisi     : Ini Negeri Kita Bung!
Skor                : 70%

Kepada para juara kami ucapkan selamat dan tetap hasilkan karya-karya terbaik rekan-rekan di lain kesempatan di lomba lainnya. Sebagai rasa suka cita kami atas apresiasi rekan-rekan, untuk reward book dan sertifikat Piagam Penghargaan Online (PPO) akan segera kami proses dan kirimkan, silakan inbox alamat tinggal dan alamat e-mail rekan-rekan ke Facebook:
http://www.facebook.com/tbranggaefarasti

Kepada yang belum menjadi juara, tidak usah berkecil hati. Karya rekan-rekan sungguh luar biasa, kami dan kita pantas mengangkat topi dan acungan dua jempol manis. Sebagai rasa suka cita kami atas apresiasi rekan-rekan, untuk sertifikat Piagam Penghargaan Online (PPO) akan segera kami proses.
Inilah kompetisi; rekan-rekan adalah insan pembelajar yang luar biasa...!!!

Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh panitia LCP KAN dan Dewan Juri yang telah meluangkan waktu, pemikiran dan tenaganya.
Kepada Tamta ;
  1. 1.      Izza Ezizah
  2. 2.      Adiba Ad-Dawiyah
  3. 3.      Yieni F. Ma’ruf
  4. 4.      Bella Vlinder
  5. 5.      Philos Sophia
  6. 6.      Dhesfi Kedavra
  7. 7.      Si Gadis Merah Saga

Kepada Dewan Juri, yang juga mengemukakah bahwa ;
  1. 1.      Bapak Drs. Ef Al Ausath
(Saya harapkan semua kata-kata yang tersusun indah dan beresensi pada semua naskah puisi yang telah dikirimkan menjadi stimulus kebangkitan untuk bangsa dan Negara ini. Saya bangga masih banyak yang peduli akan kesemrawutan bangsa ini.)

  1. 2.      Bapak Prof. DR. Nurhabibi Rahman, M.Pd.
(Jujur saja, teman-teman adalah penulis yang gila karena telah membuat saya hampir pingsan. Saya tidak tahu lagi harus berkata apa-apa. Semuanya bagus, menggigit, menghentak bumi dan membuat saya tidak bisa tidur nyenyak untuk beberapa hari. Dan tidak bisa makan dari subuh sampai petang selama 18 hari ini – karena Alhamdulillah, saya masih puasa.)

  1. 3.      Ibu Nurlita Sri Kenangawati
(Berderai air mata membaca semua puisi kalian. Bait-bait yang laksana doa untuk Negeri Indonesia kita tercinta. Sukses dan semangat...!!!)

Sebagai rasa suka cita saya atas kinerja kerja dan apresiasi rekan-rekan yang luar biasa kepada Tamasya Musafir Kata, untuk sertifikat Piagam Penghargaan Online (PPO) akan segera saya proses. Mohon maaf apabila kinerja kerja saya kurang berkenan di hati, semoga tali silaturahmi kita senantiasa terjaga dengan baik. Semoga damai bersama. Amin.

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA,
BERKIBARLAH TERUS SANG MERAH PUTIH, INDONESIA KITA TERCINTA...!!!
Salam kegilaan dan tengat berkarya...!!!
Bumi Indonesia, 19 Agustus 2011
Dewan Direksi & Tamta
Tamasya Musafir Kata

***


0

LOMBA CIPTA PUISI: KEGILAAN ANAK NEGERI...!!! “UNTUK INSAN YANG LUAR BIASA & PENUH KEGILAAN”

Posted by Jari Keriting on Jumat, Juni 03, 2011 in
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuhu.
Bismillahirrahmanirrahim

Pengantar Tamta
Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami...
Aku pernah bermimpi untuk mengubah dunia, tapi seketika aku tersadar karena hal itu tidak mudah. Mungkin aku bermimpi terlalu tinggi, jadi aku turunkan saja mimpiku sedikit. Lalu aku bermimpi untuk mengubah negeri ini, namun masih tidak bisa. Lagi-lagi aku turunkan mimpiku sedikit, lalu aku bermimpi untuk mengubah masyarakat, namun masih belum bisa. Aku turunkan lagi mimpiku sedikit, sehingga aku bermimpi untuk mengubah keluarga, namun tetap saja tidak bisa. Aku turunkan sedikit lagi, sehingga aku bermimpi untuk mengubah diriku sendiri.

Jadi benang merahnya adalah;
Berawal dari perubahan aktualisasi diri sendiri itulah aku tersadar bagaimana bisa aku mengubah dunia kalau aku belum bisa mengubah diri sendiri?!
Setiap permasalahan adalah bersumber dari diri kita sendiri. Sudahkah kita siap untuk membenahi diri?! Apabila kita sudah siap, barulah kita bisa mengubah yang lainnya juga. Bahkan mengubah negeri ini dan dunia. Marilah kita belajar gila, karena dengan kegilaan yang positif kita bisa mengeksplorasi diri ini menjadi lebih baik... Mari kita salurkan kegilaan kita dalam puisi tentang Negeri ini.
Hidup Indonesia...!!! Damai Indonesia...!!! Jayalah Indonesia...!!! MERRRRRRRRR...DEKA...!!!

***

Syarat dan Ketentuan
  1. WNI, umum, tanpa batas usia, pendidikan, suku, daerah dan tentunya terbuka untuk insan pembelajar yang luar biasa gila,
  2. Tema puisi: KEGILAAN ANAK NEGERI...!!! (menceritakan tentang Negeri kita tercinta ini, boleh apa saja akan tetapi harus tetap disesuaikan dengan gambar di bawah info lomba ini),
  3. Naskah harus asli/ orisinal karya sendiri, bukan kutipan, saduran, plagiat, copy paste, terjemahan, bukan karya orang lain atau menjiplak baik sebagian maupun keseluruhan dari naskah yang  telah ada sebelumnya. Hal ini harus dapat dipertanggungjawabkan kepemilikan dan keasliannya,
  4. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, hak asasi manusia dan SARA,
  5. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 naskah puisi terbaik (batas maksimal 1 halaman),
  6. Sertakan biodata narasi (maksimal 50 kata) di halaman akhir pada naskah puisi,
  7. Naskah diketik dengan format kertas A4, margin standar (2,54 cm setiap tepi), huruf Times New Roman ukuran 12 pt, Spasi 1,15 pt, simpan dengan format Doc atau Docx (bukan Odt, RTF, PDF dll.),
  8. Naskah puisi dan biodata narasi dikirim ke email : kejutantamta@yahoo.com dengan subject: KAN/ Nama Facebook/ Judul Naskah,
  9. Naskah harus dilampirkan/ attachment (bagi yang menulis di badan email, maka tidak akan didata dalam update peserta),
  10. Posting info lomba dan poster lomba di bawah note ini dengan mentag panitia: (yang belum menjadi teman silakan add dulu), dan juga mentag 22 rekan lainnya (jumlah tag harus 24).
  11. Menjadi Fans Page Tamasya Musafir Kata dengan menyukai halaman ini, silakan klik link ini : http://www.facebook.com/pages/Tamasya-Musafir-Kata/221440607885952?ref=hnav

Almanak: Update & Pemenang
  1. Event Lomba Cipta Puisi ini berlangsung mulai pada hari Jumat, 3 Juni 2011 jam 03:06:09 WIB,
  2. Ditutup (deadline) pada hari Minggu, 31 Juli 2011 jam 03:06:09 WIB (Naskah yang dikirim melebihi batas waktunya tidak akan kami proses/ diskualifikasi),
  3. Pengumuman pemenang pada hari Rabu, 17 Agustus 2011 (bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia),

Hadiah untuk Juara
  1. Juara 1 akan mendapat 1 buah buku sekumpulan puisi “Bercanda di Bawah Rembulan” + 1 buah buku ilmiah yang menunjang dalam bidang kepenulisan + 1 buah buku dari kontributor + PPO,
  2. Juara 2 akan mendapat 1 buah buku sekumpulan puisi “Bercanda di Bawah Rembulan” + 1 buah buku dari kontributor + PPO,
  3. Juara 3 akan mendapat 1 buah buku dari kontributor + PPO,
  4. Juara Favorit akan mendapat sekumpulan puisi “Bercanda di Bawah Rembulan” + PPO,
  5. Seluruh peserta akan mendapat PPO (Piagam Penghargaan Online).

Dewan Juri
Alhamdulillah, dewan juri dalam lomba ini adalah orang-orang yang berkompeten dalam bidang puisi. Sastrawan, Megister Sastra & Bahasa Indonesia, Editor Jurnal Sastra Kampus dan lainnya. Akan tetapi mohon maaf tidak bisa disebutkan untuk menjaga objektivitas penilaian.

Kontributor untuk Hadiah
Untuk rekan-rekan penulis dan pihak-pihak lainnya, baik perorangan maupun instansi. Yang berminat untuk turut serta menyumbangkan buku sebagai hadiah, silakan dengan sangat senang hati kami menyambutnya.

Coming On The Market
Jika rekan-rekan penulis berkeinginan untuk membukukan puisinya, maka biaya penerbitan akan dimusyawarahkan bersama-sama. Semua naskah yang masuk berkesempatan untuk dibukukan dalam beberapa episode (disesuaikan dengan jumlah naskah yang masuk). Episode pertama: 100 naskah, episode kedua: 100 naskah, dst.
Jika telah dimusyawarahkan, disepakati sampai diputuskan bersama untuk dibukukan, maka royalti antologi puisi ini akan disumbangkan untuk pengembangan perpustakaan di Pending Island* yang tidak layak.

Keterangan:
  1. Syarat dan ketentuan adalah proses yang harus dijalani sebagaimana mestinya.
  2. Mohon maaf pengiriman naskah yang melewati deadline tidak akan kami proses.
  3. Materi lomba ini juga dapat didownload pada link ini : http://www.4shared.com/document/mRM3NJ_W/Tubagus_Rangga_Efarasti_-_Berk.html
  4. Untuk lebih jelasnya mengenai tema lomba, silakan lihat poster lomba di bawah note. Atau silakan download (original size) pada link ini : http://www.4shared.com/photo/-rKinau6/Tubagus_Rangga_Efarasti_-_Post.html
  5. Sedangkan untuk naskah puisi tidak perlu diposting.

Akhir kata, kami ucapkan terimakasih atas segala perhatiannya. Kami harapkan partisipasi rekan-rekan.
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamu’alaikum Wr.Wb...

Salam kegilaan dan tengat berkarya,
Semoga damai bersama. Amin... *^_^*
Tamasya, 03 Juni 2011
Ttj: Jari Keriting, TRE & Tamta

***


0

...( takzim )

Posted by Jari Keriting on Jumat, Juni 03, 2011
Segala tatapan menuju cermin
Menyeruak yang kasat, membuyar rindu di nisbi...
Tapi kenangan mengundang haru,
Memberi cendawan di bening mata..hufh (mengenduskan nafas)


Ketika ada di antaranya..
Seperti tangan yang tunggang berjalan kegirangan, beserta pejaman mata di sipuh senyum bahagia...


Tapi ini bukan cerita gadis muda dengan cintanya..!!! (Memelas..)
Sekedadar hirauan dari sorotan mata yang jauh menaruh rindu.


Ketika telinga di gelayuti cerita..
Atau ketika mereka bersaksi untuk ingin segera di dengar..??
Lantas mengapa ada suara tergopoh seolah ingin mengejar..??



Some think in my mind..

IbniMabnie Nur - 09 Maret 2011 jam 19:26




Copyright © 2009 Jari Keriting All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.